-->
  • Peduli Bencana Kemanusiaan

    Memberikan bantuan berupa medis, bantuan gizi, tenaga pun juga barang-barang yang dibutuhkan oleh korban Bencana.

  • Khitan Massal Gratis

    Program Sosial Kesehatan yang dilaksanakan setahun sekali pada masa liburan anak sekolah.

  • Pelatihan Wira Usaha untuk Yatim

    Pembelajaran wirausaha kepada anak-anak yatim/anak-anak asuh Yayasan Suara Hati untuk melatih kemandirian dan menghidupkan jiwa entrepreneur

  • Pos Mudik Sehat

    Pemeriksaan gratis untuk para pemudik di terminal Purabaya Bungurasih

  • Tadabur Alam

    Belajar di alam untuk mengenalkan dan menghayati alam semesta kepada santri Suara Hati...

  • Rahmati

    Kegiatan medis keliling ke Panti Asuhan dan Pesantren se Jatim...

  • Si Diya

    Pemberian Subsidi untuk Yatim dan Dhuafa setiap bulan, untuk membantu biaya sekolah, baik uang saku maupun yang lainnya...

Tampilkan postingan dengan label LKSA. Tampilkan semua postingan
RENOVASI ASRAMA PUTRI PASH

Dimulai pada senin, 14 Desember 2015 yang lalu, kembali dilakukan renovasi Panti Asuhan Suara Hati, kali ini ruang depan asrama putri ,karena Faktor usia kayu kusen pintu dan jendela ruang depan ditambah curah air hujan yang turun melewati sela - sela di dinding sehingga akhirnya mengikis kayu bagian depan pintu di asrama putri, dengan cepat membuat kayu pada samping pintu mulai roboh perlahan - lahan . Awalnya tidak terlalu mengkhawatirkan namun lama kelamaan dirasakan semakin mengganggu aktivitas anak - anak asuh sehari - hari juga keselamatan mereka.
keputusan untuk merenovasi pun segera diambil, hingga tulisan ini dibuat kegiatan renovasi tersebut masih berlangsung oleh dua orang tenaga tukang yang biasa mengerjakan proyek pembangunan PASH. Semoga kegiatan renovasi berjalan lancar dan segera selesai sehingga anak - anak bisa kembali beraktivitas dengan leluasa . kami pun membuka kesempatan apabila ada Donatur ataupun Mitra yayasan Suara Hati yang ingin berpartisipasi berbagi rizki dalam pembangunan asrama anak - anak di PASH, dapat didonasikan melalui nomor rekening Yayasan Suara Hati :

BCA : 5560097770
BRI : 0684 - 01 - 002223 - 53 - 5

setelah itu, dapat langsung dikonfirmasikan ke kantor YSH dengan nomor telepon : 031-8547499
semoga kita semua senantiasa diberikan kemudahan untuk mengayomi anak - anak yatim dan anak - anak yang kurang beruntung . (SSAF)






Rihlah ke Kompleks Masjid Sunan Ampel (Raden Rahmat/ Bong Swi Hoo)

Rihlah pendidikan merupakan salah satu program kerja Panti Asuhan Suara Hati, yang menekankan pada pembelajaran secara langsung anak asuh penghuni asrama ke tempat- tempat tertentu di Jawa Timur untuk lebih mengenal pengetahuan bidang umum, sejarah maupun keagamaan lebih dekat.  Nah pada kali ini seluruh anak- anak penghuni Asrama PASH beserta empat orang pengasuh melaksanakan rihlah tersebut di kompleks masjid dan makam salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa yang sangat termasyhur yaitu Sunan Ampel (Raden Rahmat / Bong Swi Hoo).
Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Ahad, 24 Maret 2013. Karena kebetulan hari itu adalah hari libur maka banyak sekali para pengunjung (peziarah) ke makam putra Makhdum Ibrahim tersebut. Kegiatan dimulai pukul 10:23 WIB dengan melaksanakan tahlil di kompleks makam cucu Haji Bong Tak Keng ini dan berdoa bersama kepada Allah semoga melimpahkan ampunan atas salah satu pemimpin besar Penyebar Islam di Jawa ini hingga saat Dhuhur tiba dan kamipun mengikuti sholat berjamaah di sana. Masjid ampel adalah sebuah masjid kuno yang terletak di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid seluas 120 x 180 meter persegi ini didirikan pada Tahun 1421 oleh Sunan Ampel, yang didekatnya terdapat Kompleks Pemakaman Sunan Ampel.
Masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab di sekitarnya. Di samping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininya untuk penguat janji atau sumpah.
Pada pukul 12:32 WIB, Rombongan PASH meninggalkan Kompleks Sunan Ampel menuju Toko Buku Gunung Agung di Surabaya Plaza untuk memenuhi kebutuhan buku bacaan anak asuh juga makan siang hingga pukul 15:30 WIB. Alhamdulillah Pukul 17:12 WIB sudah tiba di PASH. [aag]

Kajian Islam Suara Hati


Ada Hak Anak Yatim 
Dibalik Rezeki Yang Kita Peroleh


Puluhan jama’ah pengajian yang terdiri dari pengurus, karyawan, anak asuh dan donatur Yayasan Suara Hati  mengikuti Kajian Islam Suara Hati pada 18 November 2012. Dalam kesempatan ini, hadir seorang ustadz yang tinggal tidak seberapa jauh dari Panti Asuhan Suara Hati, ialah Ustadz. Budi Utomo yang juga merupakan Bapak Mudin di wilayah Masangan Wetan. Kegiatan keagamaan ini cukup mendapatkan sambutan dari donatur, terbukti salah satu donatur yang datang dalam kesempatan itu, Ibu Dana namanya, ia mengajak bebarapa rekannya. Tema yang kita ambil dalam pengajian ini adalah “ memulyakan anak yatim”, mengingat bulan muharam banyak yang menyebut hari anak yatim. Ust. Budi Utomo dengan lugas menyampaikan ceramahnya, “setiap harta dan rezeki yang kita miliki ada hak anak yatim”, ungkapnya saat mengupas surat Al Ma’un, “jangan sampai kita makan hak mereka, berikanlah hak mereka baik melalui lembaga seperti Yayasan Suara Hati maupun secara langsung”, tambahnya dengan tegas. Dengan jelas Ust. Budi memberikan wawasan kepada jama’ah, agar memperhatikan anak yatim, karena bagi yang menghardiknya, mereka termasuk para “pendusta agama”, “memang mereka sholat, namun jika tidak memperhatikan anak yatim ia tergolong pendusta agama” tegasnya kepada para jama’ah. Selepas Ust. Budi berceramah, maka dibukalah tanya jawab bagi para jama’ah yang ingin lebih dalam mendalami materi. Ibu-ibu sangat antusias, terbukti mereka aktif bertanya seputar materi yang disampaikan, baik tentang anak yatim maupun tentang bagimana mendidik anak agar bisa membiasakan menjalankan sholat. Dengan penjelasan yang lugas dan jelas Ust. Budi menjawab pertanyaan ibu-ibu. Waktupun menunjukkan hampir mendekati dzuhur, sehingga kitapun harus mengakhiri kajian ini. Semoga kita tidak tergolong para pendusta agama, sebagimana dalam surat Al Ma’un. Dan semoga bulan depan kajian ini makin meningkat, baik kualitas dan kuantitas jama’ah yang hadir. (Robin)  

Pelatihan Kewirausahaan sebagai Persiapan Kemandirian Yatim


 Pelatihan Kewirausahaan sebagai Persiapan Kemandirian Yatim

Dalam rangka menunjang kemandirian yatim, maka Yayasan Suara Hati memprogramkan pelatihan kewirausahaan kepada anak- anak asuh binaannya. Pada  Hari Ahad, 22 April 2012, Panti Asuhan Suara Hati kedatangan tamu istimewa, dua orang yang telah lama bergelut dalam dunia bisnis yakni Bapak Dhani dan Bapak Aris bermaksud membantu kemandirian anak-anak yatim dan dhuafa’ dengan memberikan pelatihan kewirausahaan. Dalam kesempatan itu Bapak Dhani mengungkapkan, “bisnis itu harus terus dilatih, karena bisnis ini butuh keberanian”. Dari sini kita akan belajar banyak, belajar menghadapi orang, terkadang kita akan ditolak, namun terkadang orang akan menerima kita dengan sangat ramah. Sejumlah anak asuh yang berkesempatan hadir diajak untuk aktif oleh dua donatur yang sama-sama bertempat tinggal di Perumahan Puri Surya Jaya Cluster Boston ini. Terbukti, mereka mengajak bercerita terlebih dahulu untuk menghibur anak-anak, tak jarang Bapak Aris menyelingi dengan joke– joke segar untuk sekedar menarik perhatian anak- anak asuh Yayasan Suara Hati. Acara yang terselenggara ba’da ashar hingga menjelang magrib ini sangat membantu anak asuh Yayasan Suara Hati guna mempersiapkan kemandirian mereka. Adapun awal dari gerakan usaha ini adalah penjualan beras, maka kiat- kiat yang telah ditanamkan oleh 2 pengusaha ini akan menjadi modal pelaksanaan usaha ini. Semoga apa yang telah kita ikhtiarkan mendapat kemudahan dan hasil yang optimal. (Robin)
Liburan Sekolah bersama Sensei (Guru) Tun Ahmad Gazali, S.H, M.Eng

Liburan semester gasal Tahun 2011 terasa berbeda bagi anak-anak Panti Asuhan Suara Hati (PASH),  bagaimana tidak? karena pada Hari Sabtu, 31 Desember 2011, Sensei Tun AG (donatur sekaligus Pengajar Bahasa Jepang PASH) mengajak mereka berlibur dengan berkeliling Kota Surabaya. Acara ini memang sudah direncanakan jauh hari oleh Sensei Tun, beliau ingin berbagi rasa syukur pada Allah Swt bersama anak-anak asuh PASH karena telah diberikan banyak kenikmatan, mulai pekerjaan beliau yang dilancarkan hingga kesuksesan yang telah diraih selama di Jepang selama ini.

Sebanyak 11 anak asuh 2 pengasuh dan 5 anggota keluarga Sensei Tun bersama- sama menikmati liburan dari pagi hingga sore mengelilingi Surabaya.

Anak- anak berangkat dari PASH di Perum. Puri Maharani - Masangan Wetan, Sukodono, menuju stasiun KA Gedangan, Sidoarjo. Setibanya di stasiun tersebut rombongan istirahat menunggu KA sambil minum dan makan snack yang telah disediakan oleh Ny. Tun.

Setelah menunggu ± 40 menit, rombongan berangkat ke Surabaya dengan KA Penataran menuju stasiun Gubeng. Dalam KA anak– anak terlihat sangat ceria, apalagi ada beberapa anak yang baru pertama kali naik KA. Tiba di stasiun KA Gubeng, rombongan langsung menuju tempat Wisata Bahari MonKaSel (Monumen Kapal Selam) Surabaya dengan berjalan kaki, karena jaraknya hanya ± 200 meter dari stasiun.

Setelah bayar tiket masuk di MonKaSel, Video Rama menjadi tujuan pertama. Video Rama merupakan salah satu tempat di MonKaSel yang menyediakan ruang semacam mini sinema yang memutar film tentang sejarah perjuangan Angkatan Laut, baik Indonesia maupun internasional, dan sudah barang tentu tentang latar belakang didirikannya Monumen Kapal Selam yang ada di Surabaya ini. Setelah itu, rombongan menuju ruang dalam MonKaSel KRI Pasopati- 410. Di ruang dalam monumen KRI yang diresmikan pada Tanggal 27 Juni 1998 oleh KSAL Arief Kushariadi tersebut anak-anak tampak tertegun melihat interior kapal selam yang begitu rumit dengan teknologi tinggi namun tertata dengan sangat baik.

Setelah puas mengelilingi MonkaSel, anak- anak diajak menuju Toko Buku Toko Gunung Agung yang bersebelahan dengan MonKaSel, di sini anak – anak berkesempatan membeli buku dan alat tulis sekolah. Tidak hanya itu saja, anak – anak berkesempatan pula membaca berbagai buku yang ada di toko buku tersebut. Jam sudah menunjukkan waktu makan siang saat anak- anak keluar dari Gunung Agung, merekapun lantas makan siang di Hoka Hoka Bento, tempat makan ini dipilih sensei Tun karena ingin apa yang beliau rasakan di Jepang juga bisa dirasakan dan dinikmati anak– anak asuh PASH. Setelah melaksanakan sholat dhuhur di musholla yang tersedia, rombongan pun pulang dengan naik KA Komuter dari Stasiun Gubeng.

Liburan kali ini terasa begitu berkesan bagi anak- anak. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan dan mempererat shilaturrahim  yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai bekal hari ke depan yang baik pula.  Harigato sensei Tun dan keluarga!!. (aag)


Profil Anak Asuh


Kakak Sekaligus Ibu
            Bangun pagi lalu menyiapkan sarapan dan juga keperluan sekolah untuk adik – adiknya, itulah kegiatan harian yang sudah biasa di lakukan oleh Mua semenjak ibunya meninggal. Siti Muarofah, nama lengkapnya, lahir di Sidoarjo, 13 Januari 1995. Anak ke- dua dari empat bersaudara pasangan buah hati dari Bapak Mustofa dan Ibu Siti Fatimah (almh) ini tergolong sebagai anak yang tegar dan sabar.
            Memiliki hobi memasak ternyata sangat membantu, ungkapnya. Ya, semenjak ibunya meninggal ia harus mengambil peran sebagai ibu untuk mengurus adik – adiknya dari bangun tidur hingga tidur lagi. Seorang kakak sekaligus juga sebagai ibu bagi adik – adiknya, itulah yang di rasakannya selama dua tahun terakhir ini. Terlihat sekali begitu manjanya sang adik di pelukan kakaknya saat ia diwawancarai.
            Ketika ditanya tentang sosok seorang ibu bagi Mua, ia langsung menangis dan terdiam seperti mengenang. Bagi saya sosok ibu adalah seperti seorang teman dan juga orang tua yang perkasa, ibu meninggalkan kami begitu cepat,” tegasnya. Serangan jantunglah yang mengantarkan ibunya berpulang memenuhi panggilan sang khaliq.
            Mua  yang meneruskan pendidikannya di SMA YPM 2 Sukodono ini bercita – cita ingin menjadi seorang Guru IPA, walaupun bapaknya adalah seorang pekerja serabutan yang belum jelas pendapatan tiap harinya. “Allah memang maha adil walaupun hidup sederhana tapi kami tetap merasa cukup karena kami selalu mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kami”, ungkapnya . Akan tetapi harapan yang paling besar baginya adalah ingin menghantarkan adik – adiknya menjadi generasi bangsa yang membanggakan, dengan cara menjadi seorang ibu yang baik , sabar dan tegas bagi adik – adik yang disayanginya.
            Allah maha kaya lagi maha perkasa. Semoga di Bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini bisa menjadi pintu taubat dan juga dikabulkannya permohonan kita. Dan Mua yakin Allah akan mengabulkan semua keinginannya. Amin. (ita)