-->

Pages

Minggu, 13 April 2014

Peduli Bencana Alam



PEDULI KELUD


Bencana alam gunung meletus yang melanda nusantara, cukup memberikan pelajaran berharga bagi para penghuni yang berdekatan dengan Gunung Kelud, khususnya wilayah Kediri, Malang, Batu, Blitar dan sekitarnya. Gunung kelud yang meletus pada Kamis malam, 13 Februari 2014 itu cukup menyita perhatian publik dan pers Indonesia, apalagi efek debu vulkanik dan pasir letusan Gunung Kelud menjangkau hingga kawasan Jawa Tengah dan beberapa bagian Jawa Barat. Bantuan datang dari berbagai daerah, tidak ketinggalan Yayasan Suara Hati yang datang ke Dusun Sumber Petung, Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri pada Rabu sore, 26 Februari 2014.

Dalam kesempatan itu Tim Sigap Bencana Yayasan Suara Hati membawa barang-barang bantuan dari para donatur YSH. Didik Junaedi selaku Ketua Yayasan Suara Hati langsung memimpin kegiatan kemanusiaan itu bersama empat rekannya. Air mineral, susu, dan beberapa kebutuhan bahan pokok cukup memenuhi muatan kendaraan yang kita tumpangi. Masyarakat Dusun Sumber Petung yang kita tuju menyambut dengan hangat kedatangan  Tim Yayasan Suara Hati. Kebetulan pada saat bersamaan di tempat itu berdatangan tamu dari berbagai penjuru nusantara, baik dari instansi sosial, perusahaan perdagangan dan lain sebagainya. Pengumpulan bantuan dipusatkan di Masjid Achmad Thajib yang merupakan masjid di Kawasan Desa Sempu. Salah satu warga yang turut menyambut kedatangan Tim YSH mengaku bahwa saat Gunung Kelud meletus, masyarakat sudah tidak berada di rumah, namun telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman sehingga tidak ada korban jiwa di desa ini. Selepas Sholat Ashar dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat, Tim Sigap Bencana YSH meninggalkan tempat lokasi. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayai YSH untuk menyalurkan kepeduliannya kepada korban Bencana Kelud. Semoga menjadi amalan yang diridhoi Allah SWT. (Robin)

Subsidi Pendidikan



Subsidi Pendidikan untuk Anak Yatim dan Dhuafa’


Setiap tanggal 20, ruang tamu Panti Asuhan Suara Hati diserbu oleh anak-anak yatim dan dhuafa’ yang tercatat sebagai anak asuh Yayasan Suara Hati. Secara bergiliran mereka mengambil subsidi pendidikan dari Yayasan Suara Hati. Sejak pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam pengambilan dana subsidi itu dilaksanakan. Tampak Ustadz Sujali, SS selaku Kepala Panti Asuhan Suara Hati (PASH) dengan sabar melayani anak-anak yang notabene telah kehilangan orang tua kandungnya ini dan atau keadaan ekonominya kurang mampu. “Silahkan duduk dan ini tolong ditanda tangani”, sambutnya dengan ramah kepada segenap anak asuh yang datang ke panti asuhan, sembari memberikan subsidi pendidikan secara langsung kepada anak-anak tersebut.

Salah satu anak asuh yang bernama Rina dari Geluran Taman Sidoarjo bersama kakaknya Roy yang datang ke PASH sepulang sekolah mengaku sangat bersyukur dengan bantuan atau subsidi pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Suara Hati. Subsidi pendidikan yang diberikan kepada 112 orang anak asuh ini merupakan program rutin setiap bulan dengan tujuan membantu biaya pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa’, mengingat kebutuhan pendidikan sekarang semakin meningkat. Semoga subsidi pendidikan ini seiring dengan peningkatan prestasi anak asuh di sekolahnya dan semoga Yayasan Suara Hati kian dapat meningkatkan perannya dalam dunia pendidikan menjadi lebih optimal. (Robin)
Read more...

Rabu, 19 Maret 2014

Sospen


Pelatihan Pendidikan,

Asyiknya Belajar dengan Kak Kusumo









Puluhan anak-anak asuh Yayasan Suara Hati telah menunggu Kak Kusumo sejak jam 19.00 WIB. Selepas Sholat Isya’ berjama’ah di Masjid Al Ikhlash mereka sangat bergembira, karena kegiatan pelatihan pendidikan bersama Kak Kusumo segera dimulai. Waktu menunjukkan pukul 19.35, acara yang digagas untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak asuh ini dimulai. Sejumlah 21 peserta riuh ramai saat akan memulai acara, namun bukan Kak Kusumo kalau tidak bisa mencairkan suasana gaduh menjadi cair penuh konsentrasi, namun tetap dalam suasana belajar.

Dalam pelatihan itu Kak Kusumo memberikan materi tentang bagaimana siswa bisa belajar dengan menyenangkan, diantaranya ada konsentrasi, tidak melamun, tetap senyum dan lain sebagainya. Sesekali Kak Kusumo menyapa peserta dengan ucapan “Adik-adikku...”, kontan anak-anak menjawab, “Ya kakakku...”, hal ini menjadi penyegar suasana. Tampak juga para pengasuh Panti Asuhan Suara Hati yakni Ustadz Sujali dan Ibu Fa’iyah ikut larut dalam kegembiraan bersama anak asuh. Mereka mendampingi sekaligus menyerap ilmu yang telah disampaikan untuk dapat dipraktekkan dalam kepengasuhan sehari-hari. Mereka tumpahkan kegembiraan dalam belajar yang dipandu oleh Kak Kusumo yang notabene merupakan trainer nasional dan penulis buku “Ice Breaker Penyemangat Belajar” ini.

Di penghujung acara, Kak Kusumo membagikan bukunya bagi siapa saja yang dapat menjawab pertanyaannya dan Kak Kusumo juga meminta anak-anak untuk menuliskan cita-citanya di atas secarik kertas yang telah disediakan oleh panitia, agar dapat terus diingat untuk dicapainya. Tidak ketinggalan sebuah atraksi patahkan pensil dengan satu jari dilakukan oleh anak asuh untuk menumbuhkan keyakinan, bahwa setiap diri memiliki kemampuan yang belum digali. Buktinya sejumlah anak telah mematahkan pensil dengan satu jari saja, luar biasa bukan?. Sekitar pukul 21.15 kegiatan mengasyikkan ini diakhiri oleh Ustadz Rofiq Abdin selaku pembawa acara. Dengan pelatihan ini anak-anak menjadi yakin akan potensinya dan makin semangat belajarnya. Semoga saja kepedulian Kak Kusumo ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan di Panti Asuhan Suara Hati dan tentunya bagi Masyarakat Indonesia. (Robin)
Read more...

Rahmati



                           RAHMATI DI PANTI ASUHAN BAITUS SALAM




 

 

Minggu, 16 Pebruari 2014 Tim RAHMATI (Rihlah Medis Suara Hati) kembali berkeliling untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ke panti asuhan dan panti jompo di sekitar Sidoarjo dan Surabaya.  Baitus Salam adalah panti asuhan pertama yang dikunjungi oleh Tim RAHMATI pada awal Tahun 2014 ini.
Panti Asuhan Baitus Salam yang beralamatkan di Jl. Raya Ketimang Wonoayu ini adalah panti asuhan yang didirikan oleh masyarakat sekitar. Di Panti Asuhan Baitus Salam inilah sebanyak 32 anak asuh dididik dan dibesarkan menjadi anak – anak yang berakhlaq, berguna bagi agama bangsa negara dan masyarakat sekitar khususnya. Sepuluh orang pengasuh harian yang selalu memantau perkembangan para anak asuh yang rata – rata sudah duduk di bangku SMP ini melakukannya dengan ikhlas, sehingga tidak merasakan kesulitan yang berarti.
Sekitar pukul 09.00 WIB Tim Medis RAHMATI yang dikoordinir oleh dr. Dwi Retno Wulandari selaku dokter penanggung jawab dan di bantu oleh 2 orang perawat yakni Puji Haryati Amd. Kep, dan Sumarni, Amd. Kep, ini tiba di lokasi panti dan langsung disambut oleh Ustadz Nur Khasan yang diamanahi oleh warga sekitar untuk menjadi Kepala Panti Asuhan Baitus Salam tersebut.
Tim medis yang sudah mempersiapkan peralatan untuk pemeriksaan dan berbagai macam obat itupun dengan cekatan langsung memeriksa anak – anak yang sudah mengantri. Ada 42 orang yang diperiksa, terdiri dari 32 anak asuh dan 10 orang pengasuh. Hasil pemeriksaan menemukan 15 kasus ISPA, 4 hypertensi, 1 GEA, 6 gastritis, 5 chepalgia, 6 myalgia, 1 menderita asam urat, dan 1 kasus diabetes.
Pemeriksaan selesai sekitar pukul 12.30. Tim medispun berpamitan. Ustadz Nur Khasan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan dan pemeriksaan, pengobatan, juga pemberian suplemen gizi secara gratis kepada Panti Asuhan Baitus Salam oleh Tim Rahmati. Beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa berlanjut terus ke depannya, (ita)
Read more...

Visi YSH

Menjadi yayasan yang mandiri dan profesional demi mewujdkan Indonesia kuat yang diridhoi Allah SWT
Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Minggu, 13 April 2014

Peduli Bencana Alam



PEDULI KELUD


Bencana alam gunung meletus yang melanda nusantara, cukup memberikan pelajaran berharga bagi para penghuni yang berdekatan dengan Gunung Kelud, khususnya wilayah Kediri, Malang, Batu, Blitar dan sekitarnya. Gunung kelud yang meletus pada Kamis malam, 13 Februari 2014 itu cukup menyita perhatian publik dan pers Indonesia, apalagi efek debu vulkanik dan pasir letusan Gunung Kelud menjangkau hingga kawasan Jawa Tengah dan beberapa bagian Jawa Barat. Bantuan datang dari berbagai daerah, tidak ketinggalan Yayasan Suara Hati yang datang ke Dusun Sumber Petung, Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri pada Rabu sore, 26 Februari 2014.

Dalam kesempatan itu Tim Sigap Bencana Yayasan Suara Hati membawa barang-barang bantuan dari para donatur YSH. Didik Junaedi selaku Ketua Yayasan Suara Hati langsung memimpin kegiatan kemanusiaan itu bersama empat rekannya. Air mineral, susu, dan beberapa kebutuhan bahan pokok cukup memenuhi muatan kendaraan yang kita tumpangi. Masyarakat Dusun Sumber Petung yang kita tuju menyambut dengan hangat kedatangan  Tim Yayasan Suara Hati. Kebetulan pada saat bersamaan di tempat itu berdatangan tamu dari berbagai penjuru nusantara, baik dari instansi sosial, perusahaan perdagangan dan lain sebagainya. Pengumpulan bantuan dipusatkan di Masjid Achmad Thajib yang merupakan masjid di Kawasan Desa Sempu. Salah satu warga yang turut menyambut kedatangan Tim YSH mengaku bahwa saat Gunung Kelud meletus, masyarakat sudah tidak berada di rumah, namun telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman sehingga tidak ada korban jiwa di desa ini. Selepas Sholat Ashar dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat, Tim Sigap Bencana YSH meninggalkan tempat lokasi. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayai YSH untuk menyalurkan kepeduliannya kepada korban Bencana Kelud. Semoga menjadi amalan yang diridhoi Allah SWT. (Robin)

Subsidi Pendidikan



Subsidi Pendidikan untuk Anak Yatim dan Dhuafa’


Setiap tanggal 20, ruang tamu Panti Asuhan Suara Hati diserbu oleh anak-anak yatim dan dhuafa’ yang tercatat sebagai anak asuh Yayasan Suara Hati. Secara bergiliran mereka mengambil subsidi pendidikan dari Yayasan Suara Hati. Sejak pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam pengambilan dana subsidi itu dilaksanakan. Tampak Ustadz Sujali, SS selaku Kepala Panti Asuhan Suara Hati (PASH) dengan sabar melayani anak-anak yang notabene telah kehilangan orang tua kandungnya ini dan atau keadaan ekonominya kurang mampu. “Silahkan duduk dan ini tolong ditanda tangani”, sambutnya dengan ramah kepada segenap anak asuh yang datang ke panti asuhan, sembari memberikan subsidi pendidikan secara langsung kepada anak-anak tersebut.

Salah satu anak asuh yang bernama Rina dari Geluran Taman Sidoarjo bersama kakaknya Roy yang datang ke PASH sepulang sekolah mengaku sangat bersyukur dengan bantuan atau subsidi pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Suara Hati. Subsidi pendidikan yang diberikan kepada 112 orang anak asuh ini merupakan program rutin setiap bulan dengan tujuan membantu biaya pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa’, mengingat kebutuhan pendidikan sekarang semakin meningkat. Semoga subsidi pendidikan ini seiring dengan peningkatan prestasi anak asuh di sekolahnya dan semoga Yayasan Suara Hati kian dapat meningkatkan perannya dalam dunia pendidikan menjadi lebih optimal. (Robin)

Rabu, 19 Maret 2014

Sospen


Pelatihan Pendidikan,

Asyiknya Belajar dengan Kak Kusumo









Puluhan anak-anak asuh Yayasan Suara Hati telah menunggu Kak Kusumo sejak jam 19.00 WIB. Selepas Sholat Isya’ berjama’ah di Masjid Al Ikhlash mereka sangat bergembira, karena kegiatan pelatihan pendidikan bersama Kak Kusumo segera dimulai. Waktu menunjukkan pukul 19.35, acara yang digagas untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak asuh ini dimulai. Sejumlah 21 peserta riuh ramai saat akan memulai acara, namun bukan Kak Kusumo kalau tidak bisa mencairkan suasana gaduh menjadi cair penuh konsentrasi, namun tetap dalam suasana belajar.

Dalam pelatihan itu Kak Kusumo memberikan materi tentang bagaimana siswa bisa belajar dengan menyenangkan, diantaranya ada konsentrasi, tidak melamun, tetap senyum dan lain sebagainya. Sesekali Kak Kusumo menyapa peserta dengan ucapan “Adik-adikku...”, kontan anak-anak menjawab, “Ya kakakku...”, hal ini menjadi penyegar suasana. Tampak juga para pengasuh Panti Asuhan Suara Hati yakni Ustadz Sujali dan Ibu Fa’iyah ikut larut dalam kegembiraan bersama anak asuh. Mereka mendampingi sekaligus menyerap ilmu yang telah disampaikan untuk dapat dipraktekkan dalam kepengasuhan sehari-hari. Mereka tumpahkan kegembiraan dalam belajar yang dipandu oleh Kak Kusumo yang notabene merupakan trainer nasional dan penulis buku “Ice Breaker Penyemangat Belajar” ini.

Di penghujung acara, Kak Kusumo membagikan bukunya bagi siapa saja yang dapat menjawab pertanyaannya dan Kak Kusumo juga meminta anak-anak untuk menuliskan cita-citanya di atas secarik kertas yang telah disediakan oleh panitia, agar dapat terus diingat untuk dicapainya. Tidak ketinggalan sebuah atraksi patahkan pensil dengan satu jari dilakukan oleh anak asuh untuk menumbuhkan keyakinan, bahwa setiap diri memiliki kemampuan yang belum digali. Buktinya sejumlah anak telah mematahkan pensil dengan satu jari saja, luar biasa bukan?. Sekitar pukul 21.15 kegiatan mengasyikkan ini diakhiri oleh Ustadz Rofiq Abdin selaku pembawa acara. Dengan pelatihan ini anak-anak menjadi yakin akan potensinya dan makin semangat belajarnya. Semoga saja kepedulian Kak Kusumo ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan di Panti Asuhan Suara Hati dan tentunya bagi Masyarakat Indonesia. (Robin)

Rahmati



                           RAHMATI DI PANTI ASUHAN BAITUS SALAM




 

 

Minggu, 16 Pebruari 2014 Tim RAHMATI (Rihlah Medis Suara Hati) kembali berkeliling untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ke panti asuhan dan panti jompo di sekitar Sidoarjo dan Surabaya.  Baitus Salam adalah panti asuhan pertama yang dikunjungi oleh Tim RAHMATI pada awal Tahun 2014 ini.
Panti Asuhan Baitus Salam yang beralamatkan di Jl. Raya Ketimang Wonoayu ini adalah panti asuhan yang didirikan oleh masyarakat sekitar. Di Panti Asuhan Baitus Salam inilah sebanyak 32 anak asuh dididik dan dibesarkan menjadi anak – anak yang berakhlaq, berguna bagi agama bangsa negara dan masyarakat sekitar khususnya. Sepuluh orang pengasuh harian yang selalu memantau perkembangan para anak asuh yang rata – rata sudah duduk di bangku SMP ini melakukannya dengan ikhlas, sehingga tidak merasakan kesulitan yang berarti.
Sekitar pukul 09.00 WIB Tim Medis RAHMATI yang dikoordinir oleh dr. Dwi Retno Wulandari selaku dokter penanggung jawab dan di bantu oleh 2 orang perawat yakni Puji Haryati Amd. Kep, dan Sumarni, Amd. Kep, ini tiba di lokasi panti dan langsung disambut oleh Ustadz Nur Khasan yang diamanahi oleh warga sekitar untuk menjadi Kepala Panti Asuhan Baitus Salam tersebut.
Tim medis yang sudah mempersiapkan peralatan untuk pemeriksaan dan berbagai macam obat itupun dengan cekatan langsung memeriksa anak – anak yang sudah mengantri. Ada 42 orang yang diperiksa, terdiri dari 32 anak asuh dan 10 orang pengasuh. Hasil pemeriksaan menemukan 15 kasus ISPA, 4 hypertensi, 1 GEA, 6 gastritis, 5 chepalgia, 6 myalgia, 1 menderita asam urat, dan 1 kasus diabetes.
Pemeriksaan selesai sekitar pukul 12.30. Tim medispun berpamitan. Ustadz Nur Khasan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan dan pemeriksaan, pengobatan, juga pemberian suplemen gizi secara gratis kepada Panti Asuhan Baitus Salam oleh Tim Rahmati. Beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa berlanjut terus ke depannya, (ita)